Featured Video

welcome

BOLA

bola gandrungan dari srtiap laki-laki bahkan perempuan, maka jika kau laki-laki kau harus suka bola agar COOL, tapi jika kau perempuan agar SO SWEET.

suporter

suporter nerupakan jiwa tambahan bagi srtiap mpemain yang berlaga di medan laga. siapkah kamu menjadi suporter yang FAIR PLAY.

nba

tidak di pungkiri lagi, NBA memang porosnya basket dunia.

timnas indonesia, garuda di dadaku

garuda..di dadaku... garuda kebanggaanku.. ku yakin hari ini pasti menang... itulah suara-suara yang terdengar, jika kau GARUDA sejati.

lifestyle

lifestyle atau sering disebut dengan gaya hidup merupakan sesuatu hal yang diperlukan sesorang untuk menjalani hidupnya.

Sabtu, 05 Februari 2011

Penguasa Al Ayyubiyah Yang terkenal



No
Nama
Lama berkuasa
Sifat-sifatnya
Prestasinya
Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa dinasti Ayyubiyah
Karya yang dihasilkan pada masa dinasti Ayyubiyah
Keteladanannya
Contoh Keteladanannya
1
Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi
22 th
Adil
Tegas
Peberani
Motivasi tinggi dalam mensyiarkan Islam


Usaha yang dilakukan oleh Shalahuddin Yusuf Al Ayyubi dalam masa pemerintahannya antara lain :
  1. mengembalikan mazhab Sunni di Mesir
  2. membangun madrasah - madrasah
  3. mengganti qadhi-qadhi Sunni
  4. mengganti pegawai-pegawai yang korupsi


Ditandai masuknya ilmuwan-ilmuwan masyhur ke Al Azhar, adalah :
  1. Abdul Latif al bagdadi
  2. Syansuddin Khallikan
  3. Syekh Abdul Qasim Al Manfalubi
  4. Abu Abdullah Al Quda’i
  5. Abu Abdullah Muhammad bin Barakat
  6. Al Hufi
  7. Hasan bin Khatir Al Farisi


    1. Asy Syihab (perbintangan)
    2. Sanadus Shihah (perawi hadits-hadits shahih)
    3. Anba' Al Anbia (cerita para Nabi)
    4. Uyun Al Ma'arif (mata air ilmu pengetahuan)
    5. Al Mukhtar fi Zikr Al Khutat wa Al Asat (sejarah Mesir)


  1. Ketaatannya
  2. Keadilannya
  3. Ketegasannya
  4. Kepemurahannya
  5. Kelembutan hatinya
  6. Kesabarannya
  7. Ketekunannya
  8. Semangat jihadnya
  9. Kecintaan terhadap Islam
  10. Penyayang
  11. Kewaraannya
Menurut Bahauddin Shaddad (penasehat utama Shalahuddin)
Kewaraannya :
  1. ia terbiasa shalat berjama’ah dan Ketika dalam keadaan sakit ia memaksa berjamaah dan shafnya dibelakang imam kecuali 3 hari terakhir dimana ia sangat lemah dan selalu pingsan
  2. ia senantiasa melaksanakan shalat malam jika disebabkan hal tertentu ia tidak melaksanakan shalat malam, ia menunaikannya ketika hampir shubuh
  3. Ia tidak pernah meninggalkan shalat fardhu
  4. Ia tidak pernah membayar zakat karena ia tidak mempunyai harta yang cukup nishabnya
  5. ia tidak pernah meninggalkan puasa Ramadhan kecuali hanya sekali saat diberi nasihat oleh Qadhi Fadhil karena sakitnya supaya berbuka. Lalu ia berbuka sengan hati yang berat sambil berkata : aku tak tahu bila ajal akan menemuiku, maka segera ia membayar fidyah.
  6. ia sangat ingin menunaikan haji tetapi ia tidak pernah mendapatkan kesempatan.
  7. Ia sangat gemar mendegar bacaan Al Qur’an
  8. Ia juga gemar juga mendengar bacaan hadits saw.

Penyayang :
Lane Poole (ahli sejarah krstiani) mengatakan :
Kebaikan hati Shalahuddin telah menjauhkan balas dendam, shalahuddin telah menunjukkan ketinggian akhlaknya ketika orang-orang kristian menyerah kalah. Tentararaya sangat bertanggungjawab, menjaga peraturan di setiap jalan, mencegah segala bentuk kekerasan hingga tidak mendengar orang-orang kristian diperlakukan tidak baik.
Perangai Shalahuddin :
Ia seorang Islam yang taat kepada Allah, sangat peka kepada keadilan, pemurah,lemah lembut, sabar, dan tekun.
Menurut Bahuddin Saddad, ia telah memberikan waktu untuk rakyat dua kali seminggu, yaitu senin dan selasa dengan disertai para pembesar negara, ulama dan qadhi. Semua orang boleh bertemu dengannya. Ia sendiri akan membacakan aduan yang diterimanya dan mengucapkan untuk dituliskan oleh juru tulis tindakan yang perlu diambil, kemudian ditandatanganinya pada hari itu juga. Ia idak pernah membenarkan orang meninggalkannya selagi ia belum menyempurnakan hajat orang itu. Pada saat yang sama, ia senantiasa bertasbih kepada Allah.
Jika ada orang yang mengadu, ia akan mendengarkan dengan teliti dan kemudian memberikan keputusannya. Suatu hari seorang lelaki telah membuat aduan berkenaan Taqiuddin, anak saudaranya sendiri. Dengan segera ia memanggil anak saudaranya itu dan meminta penjelasan. Pada saat yang lain ada orang yang membuat tuduhan kepada Shalahuddin sendiri. Walaupun tuduhan itu tidak berdasar, ia telah menghadiahkan orang itu sehelai jubah dan beberapa pemberian yang lain.
Ia seorang yang mulia dan baik hati, lemah lembut, penyabar dan sangat benci pada ketidakadilan. Shalahuddin tidak pernah membiarkan tamunya meninggalkannya tanpa hadiah atau sesuatu sebagai bentuk pemberian tanda penghargaan walaupun tamunya itu kafir. Raja Saida pernah mengunjungi Shalahuddin dan ia menyambutnya dengan tangan terbuka, melayaninya dengan hormat dan mengambil kesempatan menerangkan Islam. Bahkan senantiasa mengirim kan air dan buah-buahan kepada Richard The Lion, musuhnya, ketika Raja Inggris itu sakit.
Hatinya sangat lembut hingga ia mudah tensentuh apabila melihat orang dalam kesusahan dan kesedihan.
Ia sangat belas kasihan kepada anak-anak yatim.
Kematian Shalahuddin :
Menurut Bahauddin ; Shalahuddin tidak meninggalkan harta, tiada rumah,barang-barang, tanah,kebun dan harta-harta lain yang ditinggalkannya, bahkan harta yang ditinggalkannya tidak cukup untuk biaya pemakamannya. Keluarganya terpaksa meminjam uang untuk menanggung biaya pemakamannya, bahkan kain kafanpun diberikan oleh seorang menterinya.
2
Al Adil I
Nama Lengkap : Al Malik Al Adil Saifuddin Abu Bakar bin Ayyub
Julukan :
Tentara Saphadin
25 th
Adil
Tegas
Peberani
Politikus handal
(Pemimpin pemerintahan dan pengatur strategi yang berbakat dan efektif)
Motivasi tinggi dalam mensyiarkan Islam






3
Al Kamil
22 th
Berani
Cerdas
Toleransi
Motivasi tinggi dalam mensyiarkan Islam






Makalah

KARTU PONSEL YANG DIMINATI
SISWA MTsN MALANG I

Makalah


Disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Karya Ilmiah Remaja (KIR)
yang dibimbing oleh Bapak Saiful Bahri Afandi, S.Pd








Oleh :

1. Fariz Yusuf M. (8E/08)
2. Ghifari Amirullah H. (8E/11)
3. Imam Syafi’i (8E/13)
4. Moch. Ischak (8E/18)



MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI I
MALANG
2010
KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, dengan rasa syukur ke hadirat Allah swt. yang dengan rahmat dan hidayah-Nya, makalah yang mengangkat judul “Kartu Ponsel yang Diminati Siswa MTsN Malang I” ini telah selesai kami susun untuk dapat digunakan sebagai bahan bacaan bagi semua siswa dan siswi MTsN Malang I.
Melalui makalah ini juga, kita mendapat tambahan informasi yaitu bagaimanakah persentase pilihan para siswa di MTsN Malang I berkaitan dengan kartu ponsel (SIM Card) yang beragam yang ada di Indonesia. Kita juga dapat mengetahui alasan mereka dalam memilih kartu ponsel yang akan digunakannya untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Dalam penulisan makalah ini, kami tidak akan mampu menyelesaikannya tanpa ada yang membimbing. Oleh karena itu, ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Saiful Bahri Afandi, S.Pd, yang sangat berpengaruh terhadap selesainya makalah ini. Beliau telah membina kami melalui penyampaian teori-teori dasar dalam penulisan makalah dan telah banyak memberi saran dari konsultasi yang telah kami lakukan.
Kami sadar bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. Maka dari itu, kami berharap bagi para pembaca supaya dapat menyampaikan kritik atau saran sehingga kami dapat berbuat yang lebih baik di masa yang akan datang. Kami akan dengan senang hati menerimanya.
Kepada Allah swt. kami mohon taufiq serta hidayah-Nya, semoga apa yang telah kami susun ini senantiasa dalam keridlaan-Nya. Amin.

Malang, 29 Mei 2010



Penulis




















DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii

Bab I Pendahuluan 1
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan 2
D. Metode Pengumpulan Data 2
1. Rancangan Penulisan Makalah 2
2. Waktu dan Tempat 2
Bab II Landasan Teori 2

Bab III Pembahasan 8

Bab IV Penutup 12
A. Kesimpulan 12
B. Saran 12
Daftar Pustaka











BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sejak dahulu, manusia selalu menginginkan segala sesuatunya serba mudah, praktis, dan cepat. Mereka berpikir untuk menciptakan sesuatu yang dapat mewujudkan keinginan mereka itu. Kemudian, manusia menemukan sebuah gagasan, yaitu teknologi. Kemudian, seiring berkembangnya zaman, teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam menunjang kehidupan manusia.
Teknologi informasi sudah ada sejak tahun 3000 SM, yaitu mulai ditemukannya abjad, gambar-gambar, dan kertas. Sejak saat itu, teknologi semakin maju dengan ditemukannya alat komunikasi, yaitu telegraf dan radio pada awal tahun 1900-an. Pada masa itu, telegraf banyak digunakan orang-orang dalam mengirimkan pesan dengan menggunakan sandi morse. Memasuki zaman elektronik, lebih banyak lagi ciptaan-ciptaan manusia seperti komputer dan telepon seluler (ponsel) yang membuat komunikasi semakin mudah.
Teknologi memang membuat manusia merasa sangat terbantu dalam melakukan hampir semua pekerjaannya sepanjang hari, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi pun teknologi sangat berperan. Tetapi, sifat dasar manusia yang tidak pernah puas dengan apa yang diperolehnya kembali muncul. Walaupun teknologi sudah maju, manusia masih ingin sesuatu yang lebih mudah dan praktis lagi. Baik laki-laki atau perempuan, anak-anak atau dewasa, hampir semua memiliki sifat seperti itu. Apalagi para remaja yang selalu ingin mengetahui perkembangan teknologi yang ada.
Remaja pada zaman sekarang memang telah banyak tahu tentang teknologi informasi maupun komunikasi. Mereka juga telah menggunakan alat-alat teknologi yang canggih seperti komputer dengan layanan internet, laptop (notebook), dan handphone. Bahkan, handphone yang sekarang sedang gencar-gencarnya diiklankan di media, yaitu Blackberry, yang semula pertama kali kita lihat lebih banyak digunakan oleh golongan artis papan atas, sekarang justru telah ada di genggaman tangan sebagian remaja kita. Pemandangan yang unik, bukan?
Tapi, kecanggihan mereka tidak berhenti di situ saja. Setelah mereka memiliki handphone, hal berikutnya yang harus mereka punyai adalah kartu ponsel atau yang lebih dikenal dengan SIM Card agar mereka dapat mengoperasikan ponselnya. Kartu ini berfungsi sebagai identitas ponsel tersebut. Kartu ponsel ini memiliki beragam jenis dan merek, contohnya di Indonesia yang terdapat berbagai kartu ponsel yang ditawarkan beberapa operator pada masyarakat, terutama pada para remaja yang kini sudah “maniak SMS”. Para operator pun menyadari hal itu dan saling berlomba untuk menawarkan harga semurah-murahnya dari seluruh layanan yang diberikan oleh kartu ponsel tersebut.
Semua layanan seperti pesan singkat (SMS), telepon, maupun internet diberi harga/biaya semurah mungkin dengan tujuan masyarakat, khususnya para remaja, memilih SIM Card produksi mereka sehingga dapat mengangkat namanya dan bersaing dengan operator lain. Akhirnya, para remaja tergiur dengan tawaran para operator yang banyak beredar di media massa.
Beragam kartu ponsel yang ada di Indonesia dengan tarif yang begitu murah memang cukup membuat masyarakat pengguna ponsel kebingungan. Mereka dituntut harus memilih satu diantara banyaknya nama produksi kartu yang berukuran kecil dan pipih itu. Tidak terkecuali remaja di sekitar kita. Mereka tampak “linglung” dengan hal ini. Karena mereka sulit membandingkan SIM Card mana yang akan membuat mereka lebih banyak mendapat keuntungan dan manfaat dari kartu yang mereka pilih nanti.
Nah, dari sini kita dapat melihat kartu ponsel manakah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat pada umumnya dan remaja pada khususnya. Juga alasan, cara membandingkan, dan manfaat setelah memakainya. Atau mungkin mereka justru mendapat mudharat darinya.


B. Rumusan Masalah
  1. Kartu ponsel apakah yang diminati siswa MTsN Malang I?
  2. Apakah alasan mereka dalam memilih suatu kartu ponsel?
  3. Bagaimanakah cara mereka membandingkan kualitas dari berbagai jenis dan merek kartu ponsel?
  4. Manfaat apakah yang diperoleh setelah menggunakan kartu ponsel yang mereka pilih?
  5. Adakah kerugian atau dampak negatif dari kartu ponsel tersebut?


C. Tujuan Penulisan
  1. Untuk mengetahui kartu ponsel apakah yang diminati siswa MTsN Malang I.
  2. Untuk mengetahui alasan mereka dalam memilih suatu kartu ponsel.
  3. Untuk mengetahui cara mereka membandingkan kualitas berbagai kartu ponsel.
  4. Untuk mengetahui manfaat apa yang mereka peroleh setelah menggunakannya.
  5. Untuk mengetahui kerugian/ dampak negatifnya.
D. Metode Pengumpulan Data
1. Rancangan Penulisan Makalah
Pada penyusunan makalah ini, dilakukan pencarian sumber atau kajian tentang ”Kartu Ponsel yang Diminati Siswa MTsN Malang I” dengan cara melakukan browsing melalui internet, serta pengumpulan data dengan cara melakukan survey melalui angket yang diberikan kepada sebagian siswa-siswi MTsN Malang I.
2. Waktu dan Tempat
Penyusunan makalah ini dilakukan pada tanggal 29 Maret - 29 Mei 2010. Untuk pembagian angketnya, dilakukan pada tanggal 24 Mei 2010 dan bertempat di setiap kelas 7 dan 8 MTsN Malang I. Sedangkan untuk pemrosesan data yang telah diperoleh, dilakukan pada tanggal 24-29 Mei 2010 yang bertempat di rumah salah satu anggota kelompok kami.










BAB II
LANDASAN TEORI

Kartu SIM

Kartu SIM (Subscriber Identity Module) adalah sebuah kartu pintar seukuran perangko yang ditaruh di telepon genggam yang menyimpan kunci pengenal jasa telekomunikasi. Kartu SIM harus digunakan dalam sistem GSM. Kartu yang mirip dengan SIM dalam UMTS disebut USIM, sedangkan kartu RUIM popular dalam sistem CDMA.

Telekomunikasi Seluler di Indonesia

Telekomunikasi seluler di Indonesia adalah sebuah substansi yang mencakup keseluruhan hal yang berhubungan perkembangan telekomunikasi seluler yang terjadi di Indonesia. Telekomunikasi seluler mulai dikenal sejak tahun 1984, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang paling awal mengadopsi teknologi seluler versi komersial. Teknologi seluler yang digunakan saat itu adalah NMT (Nordic Mobile Telephone) dari Eropa, disusul oleh AMPS (Advance Mobile Phone Sistem), keduanya dengan sistem analog. Teknologi seluler yang masih bersistem analog itu seringkali disebut sebagai teknologi seluler generasi pertama (1G). Pada tahun 1995 diluncurkan teknologi generasi pertama CDMA (Code Division Multiple Access) yang disebut ETDMA (Extended Time Division Multiple Access) melalui operator Ratelindo yang hanya tersedia di beberapa wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Sementara itu di dekade yang sama, diperkenalkan teknologi GSM (Global System for Mobile) yang membawa teknologi telekomunikasi seluler di Indonesia ke era generasi kedua (2G). Pada masa ini, layanan pesan singkat (short message service) menjadi fenomena di kalangan pengguna ponsel berkat sifatnya yang hemat dan praktis. Teknologi GPRS (General Packet Radio Service) juga mulai diperkenalkan, dengan kemampuannya melakukan transaksi paket data. Teknologi ini kerap disebut dengan generasi dua setengah (2,5G), kemudian disempurnakan oleh EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Environment), yang biasa disebut dengan generasi dua koma tujuh lima (2,75G). Telkomsel sempat mencoba mempelopori layanan ini, namun kurang berhasil memikat banyak pelanggan. Pada tahun 2001, sebenarnya di Indonesia telah dikenal teknologi CDMA generasi kedua (2G), namun bukan di wilayah Jakarta, melainkan di wilayah lain, seperti Bali dan Surabaya.
Pada 2004 mulai muncul operator 3G pertama, PT Cyber Access Communication (CAC), yang memperoleh lisensi pada 2003. Saat ini, teknologi layanan telekomunikasi seluler di Indonesia telah mencapai generasi ketiga-setengah (3,5G), ditandai dengan berkembangnya teknologi HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang mampu memungkinkan transfer data secepat 3,6 Mbps.

Perkembangan Layanan GSM, Kemunculan Operator CDMA, dan 3G

Akhir 1996, PT. Excelcomindo Pratama (Excelcom) yang berbasis GSM muncul sebagai operator seluler nasional ketiga. Pemerintah juga mulai turut mendukung bisnis seluler dengan dihapuskannya bea masuk telepon seluler. Alhasil, harga telepon seluler dapat ditekan hingga Rp1 juta.
Pada Desember 2002, Telkom Flexi hadir sebagai operator CDMA pertama di Indonesia, di bawah pengawasan PT. Telekomunikasi Indonesia, menggunakan frekuensi 1.900 MHz dengan lisensi FWA (Fixed Wireless Access). Artinya, sistem penomoran untuk tiap pelanggan menggunakan kode area menurut kota asalnya, seperti yang dipergunakan oleh telepon berbasis sambungan tetap dengan kabel milik Telkom.
Tanggal 8 Oktober 2003, pemerintah akhirnya memberikan lisensi kepada PT. Cyber Access Communication sebagai operator seluler 3G pertama di Indonesia. CAC memperoleh lisensi pada jaringan UMTS atau juga disebut dengan W-CDMA (Wideband-Code Division Multiple Access) pada frekuensi 1.900 MHz sebesar 15 MHz.
Pada Februari 2004, Telkomsel meluncurkan layanan EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution), dan menjadikannya sebagai operator EDGE pertama di Indonesia. EDGE sanggup melakukan transmisi data dengan kecepatan sekitar 126 kbps (KB/detik) dan menjadi teknologi dengan transmisi data paling cepat yang beroperasi di Indonesia saat itu.
Periode 2009
Pada tahun 2009, di Indonesia telah beroperasi sejumlah 10 operator dengan estimasi jumlah pelanggan sekitar 169,72 juta. Tabel berikut memperlihatkan persentase pilihan masyarakat terhadap beragamnya produk kartu ponsel yang beredar luas.


Operator
Produk
Jaringan
Prefiks
Jumlah Pelanggan (kuartal I/2009)
(FWA)
8,9 juta
0817, 0818, 0819, 0859, 0877, 0878
24,67 juta
0896, 0897, 0898, 0899
6,4 juta
0856, 0857
28,9 juta
0816, 0815, 0855
0815, 0816, 0858
(FWA)
570.000
0885, 0886, 0887, 0888, 0889
2,7 juta
(FWA)
300.000
0831, 0838
5 juta
FWA dan 0828
780.000
0881, 0882, 0883, 0884
>2 juta
(FWA)
13,49 juta
0852, 0853
76,01 juta
0812, 0813, 0811
0812, 0813, 0811


Sebagian besar operator telah meluncurkan layanan 3G dan 3,5G. Namun, akibat kebijakan pemerintah tentang penurunan tarif pada awal 2008, serta gencarnya perang tarif para operator, kualitas layanan operator seluler di Indonesia terus memburuk, terutama pada jam-jam sibuk. Sementara itu, tarif promosi yang diberikan pun seringkali hanya sekedar akal-akalan, bahkan cenderung merugikan konsumen itu sendiri.

Perang Tarif Seluler Berperan Mengubah Kehidupan Sosial Remaja

Secara umum remaja atau ABG lebih suka berkumpul dengan komunitasnya baik dalam kehidupan di lingkungan sekolah maupun dalam keseharian. Pencarian identitas, kesamaan pandangan, mendalami pelajaran yang kurang dimengerti di sekolah, hingga pergaulan, adalah alasan untuk menghabiskan waktu lebih banyak bersama teman-teman sebayanya. Tetapi satu dekade terakhir, ada satu hal menarik yang berperan dalam komunitas anak gaul itu. Yaitu keikutsertaan ponsel di mana pun para remaja itu berada. Jika sekolah tidak melarang penggunaan ponsel, maka aneka ragam produk ponsel terbaru akan dengan mudah didapati dalam komunitas usia itu. Seolah harga benda tersebut tak lebih mahal daripada sebungkus rokok. Sehingga ganti model ponsel adalah hal biasa di kalangan pelajar.
Menyertakan ponsel dalam aktivitas harian ini didukung oleh perang tarif termurah yang diberikan berbagai provider seluler di negara ini. SMS gratis, menelepon gratis antar pengguna kartu operator yang sama, layanan MMS, dan chatting bak menggunakan laptop pribadi. Para remaja dimanjakan dengan berbagai layanan gratis seperti yang memang banyak disukai mayoritas anak negeri ini. Jangan heran kalau keponakan anda akan mengirimkan sebuah pesan singkat “Om, ini no saya yg baru”, sekian kali dalam sebulan. Atau menerima SMS tengah malam karena ada layanan SMS gratis meski isinya hanyalah pengiriman ulang dari nomor yang lain. Bahkan kadang anda bisa saja menerima pesan yang sama persis dengan isi yang sama tak pentingnya untuk anda.
Positif dan Negatif Perang Tarif Terhadap Remaja
Remaja sebagai salah satu komunitas pengguna ponsel terbesar, mau tidak mau terpengaruh dengan adanya perang tarif ini. Membelikan ponsel bagi putra-putri remajanya layaknya sebuah kewajiban untuk para orang tua memberikan les tambahan. Meski banyak orang tua yang terbantu dengan kehadiran ponsel berikut perang tarif yang diberikan operator seluler, namun banyak yang tidak menyadari bahwa terjadi perubahan kehidupan sosial para remaja itu. Dan perubahan pastilah memberikan dampak positif maupun negatif, sekecil apa pun.
Tak heran kemudian para remaja lebih banyak berkomunikasi dengan orang tuanya yang sibuk lewat ponsel dibandingkan bertatap muka. Belum lagi jika orang tua kembali ke rumah di saat jam tidur putra-putrinya. Apalagi adanya anggapan sebagian orang tua bahwa bicara lewat ponsel tidak beda dengan kehadiran langsung di hadapan para remaja itu. Padahal bicara dengan bertatapan mata tentu jauh lebih baik kualitasnya dibandingkan hanya membaca tulisan atau mendengarkan suara, meski kata-kata yang dipergunakan sama. Jika hal ini dilakukan secara kesinambungan terhadap usia awal remaja (anak-anak yang masih duduk di bangku SD atau SMP) dapat mengurangi nilai empati anak terhadap orang-orang terdekatnya.
Hubungan anak sebagai siswa juga berpengaruh besar dengan adanya perang tarif ini. Malam hari di mana seharusnya mereka beristirahat untuk belajar keesokan harinya, mereka malah menghabiskan waktu dengan menekan keypad ponsel dan menghabiskan malam dengan SMS-an. Belum lagi jika dari SMS itu timbul, misalnya apa yang ditulis oleh si pengirim pesan ternyata dibaca dengan intonasi dan jeda yang berbeda sehingga menimbulkan kesalahpahaman bagi si penerima pesan. Hingga tak jarang mereka kehilangan konsentrasi saat di kelas.
Bagi orang tua yang biasa mengajak anak-anaknya berliburan ke luar kota dan menggunakan transportasi umum, mungkin akan dapat merasakan juga besarnya pengaruh perang tarif terhadap anak-anaknya. Jika dulu harus menyediakan satu ransel kecil untuk buku-buku cerita atau komik yang dapat dibaca di perjalanan atau saat menunggu waktu keberangkatan di bandara, sekarang hanya perlu mengeluarkan sedikit uang untuk membeli pulsa bagi putranya . Mungkin selama sekian jam di bandara, terutama dengan delay pesawat yang seringkali terjadi, para remaja itu tidak merasakan kebosanan karena masing-masing sibuk dengan ponselnya.
Namun perang tarif yang memanjakan konsumen telpon seluler juga memberikan efek positif dalam pergaulan remaja. Remaja yang tadinya kurang percaya diri dalam berbicara menjadi lebih percaya diri karena tidak perlu memperlihatkan roman muka saat bercakap-cakap dengan lawan bicaranya. Peningkatan kepercayaan diri ini menunjukkan signifikan positif di kehidupan nyatanya. Kelak para pemalu ini akan berani bicara di depan orang lain seperti halnya saat dia mengumbar kata-kata lewat media ponsel.
Selain itu dengan murahnya tarif seluler, remaja sebagai siswa terbantu dalam mengerjakan aktivitas sekolah yang dilakukan dari tempat berbeda. Misalnya siswa-siswi yang sedang melakukan penelitian dan pencarian data di tempat berbeda, dengan mudah dapat memberikan informasi yang telah diperoleh masing-masing. Sehingga kemungkinan kurangnya data dalam satu kali pencarian data akan kecil.
Menelpon nenek atau sanak keluarga lebih tua yang biasanya enggan dilakukan para remaja, menjadi ringan bagi mereka karena hanya perlu mengetikkan beberapa kalimat. Meski tidak sama artinya dengan kunjungan langsung, tetapi berarti sebuah bentuk perhatian bagi para orang tua itu.
Orang tua yang tadinya tidak bisa berkomunikasi dengan anak-anaknya karena harus bekerja untuk jangka waktu tertentu di tempat yang sukar dijangkau, dengan mudah menghubungi putra-putrinya. Namun sekali lagi, intensitas ini harus diimbangi dengan komunikasi nyata saat para orang tua mempunyai kesempatan bersama putra-putri tercintanya.














































BAB III
PEMBAHASAN


Dari sekitar 400 orang jumlah siswa-siswi kelas 7dan 8 MTsN Malang I, kami telah membagikan sekitar 320 lembar angket. Dari jumlah tersebut, kami akan mengambil 230 lembar yang nantinya akan dijadikan sample.
1. Kartu Ponsel yang Diminati
Berdasarkan rekapitulasi hasil angket yang kami peroleh, dapat dilihat bahwa mayoritas siswa-siswi MTsN Malang I memilih untuk menggunakan salah satu Kartu Ponsel produksi Indosat yaitu IM3. Hampir 50% dari jumlah sample didominasi oleh IM3, kendati terdapat Kartu Ponsel yang lain seperti simPATI dan XL yang juga tidak kalah tenar.


Grafik 1: Nama Produk Kartu Ponsel dan Jumlah Pengguna


2. Alasan dalam Memilih Kartu Ponsel
Dalam memilih Kartu Ponsel, diperlukan suatu alasan atau motif yang menjadi latar belakang atas kehendak kita dalam memutuskan kartu mana yang akan digunakan. Banyak alasan yang dikemukakan oleh para siswa-siswi MTsN Malang I dalam hal ini. Salah satu dari beberapa alasan tersebut adalah karena Kartu Ponsel tersebut memiliki sinyal yang bagus walaupun sedang berada di tempat yang jauh dari keramaian sehingga memudahkan mereka untuk saling berkomunikasi. Sekitar 50 siswa memilih SIM Card karena alasan ini.
Alasan yang lain adalah murah. Mungkin inilah yang pasti akan dipikirkan oleh seseorang yang akan menggunakan Kartu Ponsel, terutama para remaja. Seperti yang dikatakan di bab 1 bahwa mereka sudah sangat menyukai kegiatan saling kirim SMS ke sesama. Hal ini juga terjadi di siswa maupun siswi MTsN Malang I dimana kebanyakan para siswa-siswi memilih SIM Card karena murahnya tarif atau biayanya. Mengapa demikian? Karena tarif yang murah menyebabkan pulsa mereka tidak lekas habis apabila melakukan pengiriman pesan singkat atau menghubungi orang lain. Lebih kurang 40% siswa-siswi MTsN Malang I melihat murah atau tidaknya biaya layanan yang tersedia terlebih dahulu sebelum menggunakannya.
Selain kedua alasan di atas siswa-siswi MTsN Malang I yang seluruhnya merupakan remaja juga memiliki beberapa alasan lain seperti halnya asal-asalan untuk memilih. Mungkin hal ini disebabkan karena mereka yang masih berusia remaja itu, cuek terhadap hal-hal yang mereka anggap tidak terlalu penting. Selain itu, alasan mereka ialah ikut oleh pengaruh orang lain. Salah satu faktor yang menyebabkan mereka memilih alasan ini ialah mungkin karena saudara, sahabat, atau keluarganya menggunakan kartu yang sama dengan kartu yang digunakan olehnya jadi hubungan yang mereka lakukan bisa berjalan dengan lancar karena kesamaan Kartu Ponsel yang mereka gunakan. Diagram di bawah ini menunjukkan keseluruhan data yang diperoleh.

Grafik 2: Alasan menggunakan Kartu Ponsel

3. Cara Membandingkan Kualitas Kartu Ponsel
Sebelum membeli SIM Card biasanya orang akan membandingkan terlebih dahulu kartu manakah yang mempunyai kualitas paling baik. Mereka akan mencari informasi melalui media massa, baik cetak maupun elektronik berupa iklan yang menawarkan layanan-layanan menarik dari kartu tersebut dengan tarif murah dan terdapat bonus-bonus seperti SMS gratis. Bagi para siswa-siswi MTsN Malang I juga menginginkan suatu keuntungan dari Kartu Ponsel yang akan mereka gunakan. Sekitar 30% dari mereka lebih mengutamakan murah atau tidaknya tarif yang ditentukan oleh operator SIM Card tersebut. Siswa-siswi melihat tingkat kemurahan biaya dari berbagai macam kartu ponsel yang beredar di Indonesia.
Selain melihat dari tingkat kemurahan tarif, para siswa-siswi juga membandingkan dari segi banyaknya bonus. Karena dengan ditawarkannya bonus-bonus, para pengguna umumnya akan tertarik untuk memilih salah satu produk Kartu Ponsel. Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada tabel berikut.

Grafik 3: Cara membandingkan kualitas.

4. Manfaat yang Diperoleh
Setelah menggunakan Kartu Ponsel yang dipilih, pasti terdapat beberapa manfaat, di antaranya adalah keuangan kita menjadi lebih hemat dan teratur. Hal ini bisa terjadi karena berkaitan dengan tarif murah yang ditetapkan operator. Akibat tarif murah tersebut pulsa kita tidak akan cepat habis sehingga dapat mengurangi pemborosan disebabkan sering membeli pulsa.
Berdasarkan data dari siswa-siswi MTsN Malang I dapat dilihat bahwa manfaat yang banyak mereka peroleh adalah mereka dapat lebih sering berkomunikasi dengan orang lain, baik dengan teman, orangtua, maupun yang lainnya. Manfaat berikutnya adalah hubungan dengan orang lain akan semakin erat karena seringnya terjadi komunikasi antara keduanya. Dampak ini timbul juga karena murahnya biaya untuk berkomunikasi, sehingga mereka tidak perlu khawatir akan kehabisan pulsa setelah menelepon seseorang dalam waktu lama misalnya.
Grafik 4: Manfaat yang diperoleh setelah menggunakan Kartu Ponsel.
5. Kerugian dan Dampak Negatif yang Muncul
Banyak manfaat yang datang dari SIM Card. Tetapi, selain manfaat, SIM Card pasti juga menyebabkan kerugian atau dampak negatif bagi para penggunanya. Contoh kerugiannya seperti seringnya terjadi masalah atau trouble pada jaringan operator atau pada saat pengiriman pesan singkat. Sebanyak ± 30 siswa mengeluh tentang hal tersebut, terutama bagi siswa atau siswi yang gemar SMS-an dan chatting. Karena dalam melakukan chatting harus cepat membalas obrolan lawan bicara. Namun apabila terjadi kesalahan, misalnya pesan dipending atau lama sampai tujuan. Beberapa kerugian dan dampak negatif lainnya yang biasa timbul adalah masih terdapat tarif yang mahal sehingga terjadi pemborosan, menjadikan lupa waktu, membuat kita malas, dan terutama mengganggu konsentrasi belajar.

Grafik 5: Kerugian yang diperoleh.




Kerugian/dampak negatif
Persentase (%)
Boros
14,4
Tarif mahal
14
Sinyal lemah
22,6
Trouble
5,2
Masa aktif singkat
2,2
Lupa waktu
4
Mengganggu pelajaran
2,2
Lebih malas
0,9
Tidak ada kerugian
30,4
Lainnya
4,8














BAB IV
PENUTUP


A. Kesimpulan
Berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan bahwa IM3 adalah SIM Card yang paling banyak diminati oleh mayoritas siswa-siswi di MTsN Malang I. Mereka memilih Kartu tersebut dengan berbagai macam alasan sehingga dapat lebih mudah untuk membandingkan kualitas Kartu yang satu dengan Kartu yang lain. Sebagai seorang konsumen, pasti selalu ingin memiliki barang yang mempunyai kualitas yang bagus, apalagi bila harga barang tersebut cukup murah. Kalimat tadi berkaitan dengan siswa-siswi yang memilih suatu Kartu dengan melihat dari tingkat kemurahan biaya untuk beberapa layanan yang ditawarkan.
Dalam menggunakan suatu barang pasti terdapat manfaat atau dampak positif yang didapat dan kadang-kadang juga ada kerugian atau dampak negatif yang harus ditanggung. Dari data yang diperoleh, dapat dilihat bahwa para siswa banyak yang mengutarakan manfaat dari SIM Card yang mereka pakai adalah mereka bisa menjadi lebih sering berkomunikasi dengan orang dekatnya, misalnya dengan teman. Sedangkan kerugian yang biasa mereka jumpai adalah masih terdapat tarif yang mahal dari layanan yang ada sehingga menghabiskan pulsa mereka dan menuntut mereka untuk segera mengisi pulsa. Tetapi hal itu cenderung menuju ke arah pemborosan. Jadi, itulah salah satu dampak negatif yang mungkin didapat.


B. Saran
Sebelum memilih Kartu Ponsel yang akan digunakan, ingatlah terlebih dahulu akan dipakai untuk apa Kartu tersebut. Jangan hanya dilihat dari tarifnya yang rendah dan berbagai macam bonus karena itu dapat membuat kita lupa waktu bila terlalu menikmatinya.
Kemudian, setelah memutuskan Kartu mana yang akan digunakan, berusahalah untuk memanfaatkan sebaik mungkin. Gunakan seperlunya untuk mengirim pesan singkat (SMS) yang baik kepada orangtua atau teman. Jangan digunakan untuk mengirim SMS yang tidak penting karena selain boros pulsa (walaupun mendapat bonus) juga buang-buang waktu dan energi.
Daripada melakukan hal semacam itu, lebih baik melakukan sesuatu yang jauh lebih bermanfaat, contohnya membaca buku, mengaji, membantu orangtua, dan sebagainya. Mungkin dengan melakukan itu, kita dapat menghindari dan meminimalisir timbulnya kerugian dan dampak negatif dari SIM Card tersebut.












Daftar Pustaka

------------. 2008.Kartu SIM. http://id.wikipedia.org/wiki/.29-3-2010
----------.2009.Telekomunikasi Seluler di Indonesia.http://id.wikipedia.org/wiki/.29-3-2010
----------.2008.Perang Tarif Seluler Berperan Mengubah Kehidupan Sosial Remaja.http://wydpress.wordpress.com/.29-3-2010




Alasan Lorenzo Pilih Nomor Balap 1

Juara bertahan MotoGP diberi kesempatan untuk menggunakan nomor balap 1.

Jorge Lorenzo saat tes di Valencia (speedtv.com)
Jorge Lorenzo mengaku bangga bisa menggunakan nomor balap 1 untuk balapan MotoGP 2011.

Setiap musimnya, juara bertahan MotoGP diberi kesempatan untuk menggunakan nomor balap 1 di musim berikutnya. Meski tidak semuanya memakai hak tersebut dengan alasan branding, seperti Valentino Rossi tetap menggunakan nomor 46.

Lorenzo sendiri memutuskan untuk menanggalkan nomor balap 99 dan beralih ke nomor 1. Dan rider asal Spanyol itu mengaku bangga bisa menggunakannya.

"Saya sangat bangga karena Anda harus bekerja sangat keras untuk mendapatkan pilihan untuk memakainya," ujar Lorenzo seperti dilansir Eurosport, Minggu 30 Januari 2011.

"Saya beruntung dengan disain yang saya miliki, karena nomor 1 sangat cocok dengan inisial JL saya, mungkin dengan huruf yang berbeda itu akan sulit untuk membuatnya terlihat benar."

"Aku tidak akan lupa nomor saya 99 musim lalu, nomor 99 akan selalu ada di hatiku. Sebuah pilihan yang sulit untuk mengubah nomor saya, tetapi saya telah mendapatkan hak untuk kesempatan unik untuk memakainya," tambah Lorenzo.
Nomor balap 1 sudah digunakan Lorenzo saat melakoni tes resmi pertama di Sirkuir Valencia akhir tahun lalu.

Manfaat Menyalakan TV Saat Bercinta

img Peran televisi dalam kegiatan bercinta Anda tidak melulu mengenai film porno. Ternyata ada peran lain dari televisi terhadap acara bercinta Anda dan pasangan. Berikut beberapa manfaat, seperti yang dikutip dari Times India.
  •  Sebuah film komedi romantis merupakan alasan yang tepat untuk berpelukan. Pelukan di depan televisi di awal, antara atau akhir kegiatan bercinta memastikan adanya kontak fisik yang tidak terputus.  "Kedekatan fisik membantu memelihara kebersamaan,"ujar psikolog klinis Varkha Chulani.
  •  Saat sebuah hubungan pernikahan sudah berlangsung lama, kadang kehidapn seks menjadi datar. Menurut Chulani, terapi rangsangan visual dan audio yang diberikan televisi memberikan isyarat sensual ke dalam pikiran dan membuat mood lebih mengalir sehingga kegiatan bercinta lebih intim.
  • Fantasi juga salah satu alat untuk membuat acara bercinta lebih menarik. Dengan bantuan program televisi, Anda dapat memvisualisasikan sekenario dan mendengarkan musik yang dapat mempompa semangat ke tempat tidur.
  • Saat Anda ingin lebih bebas mengekpresikan kepuasan, menyalakan televisi adalah pilihan yang tepat. Kerasnya volume televisi mampu mengalihkan suara desahan agar tidak terdengar oleh anggota keluarga lain.

ni Dia Manfaat Bercinta di Pagi Hari


img

Ingin memulai hari Anda dengan perasaan bahagia dan pikiran positif? Jangan beranjak dulu dari tempat tidur! Para peneliti menyarankan untuk melakukan hubungan seks di pagi hari sebelum Anda memulai segala aktivitas.

Menurut penelitian yang dikutip dari Daily Mail, orang dewasa yang bercinta di pagi hari ternyata tidak hanya merasa lebih bersemangat di sisa harinya. Tetapi juga bermanfaat untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan yang meningkat tidak hanya membuat Anda  tidak mudah terkena flu dan masuk angin, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas pertumbuhan rambut, kuku dan tekstur kulit.

"Seks di pagi hari dapat juga membuat Anda terlihat cantik, karena seks melepaskan senyawa kimia yang meningkatkan kadar estrogen yang meningkatkan tekstur kulit dan rambut Anda," ungkap Dr. Debby Herbenick ilmuwan dan kolumnis seks dari Amerika.

Seks pada pagi hari dinilai lebih sehat dibandingkan orang yang memilih untuk minum teh dan makan roti panggang sebagai sarapan. Melakukan kegiatan bercinta setelah matahari terbit juga dapat menghangatkan hubungan suami istri.

"Berhubungan seks di pagi hari dapat melepaskan oksitosin, senyawa kimia yang dapat memberikan rasa bahagia. Membuat pasangan merasa lebih dicintai dan terikat sepanjang hari," tambah  penulis 'Because It Feels Good' itu.

Studi yang dilakukan di Queens University of Belfast, Amerika Serikat menemukan bercinta tiga kali seminggu dapat mengurangi resiko serangan jantung atau stroke. Penelitian lainnya yaitu dari University Nottingham, Amerika Serikat juga mengungkapkan bahwa pria yang terus berhubungan seks teratur di saat usia 50 tahunan, dapat lebih kecil mengalami kanker prostat.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More