Featured Video

welcome

BOLA

bola gandrungan dari srtiap laki-laki bahkan perempuan, maka jika kau laki-laki kau harus suka bola agar COOL, tapi jika kau perempuan agar SO SWEET.

suporter

suporter nerupakan jiwa tambahan bagi srtiap mpemain yang berlaga di medan laga. siapkah kamu menjadi suporter yang FAIR PLAY.

nba

tidak di pungkiri lagi, NBA memang porosnya basket dunia.

timnas indonesia, garuda di dadaku

garuda..di dadaku... garuda kebanggaanku.. ku yakin hari ini pasti menang... itulah suara-suara yang terdengar, jika kau GARUDA sejati.

lifestyle

lifestyle atau sering disebut dengan gaya hidup merupakan sesuatu hal yang diperlukan sesorang untuk menjalani hidupnya.

Tampilkan postingan dengan label INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Januari 2011

Sidang Logo Garuda Kaus Timnas Ditunda Lagi

Ini untuk kedua kalinya sidang gugatan logo Garuda ditunda.


Jersey kesebelasan Timnas Indonesia (Nike)
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menunda sidang gugatan lambang burung Garuda di kaus Tim Nasional Kesebelasan Indonesia. Sidang ditunda karena beberapa perwakilan tergugat tidak datang.

Kuasa dari Presiden, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan PSSI hingga sidang digelar tidak juga muncul. Hanya kuasa dari Menteri Pendidikan Nasional dan PT Nike Indonesia saja yang hadir.
"Sidang ditunda 7 Februari untuk pemanggilan para pihak,” kata Ketua Majelis Hakim Ennid Hasanuddin sebelum menutup sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 31 Januari 2011.

Penundaan ini adalah kali kedua setelah dua pekan lalu majelis menunda sidang karena tidak ada satu pun dari lima tergugat maupun kuasanya  yang hadir di persidangan.

Sementara saat ditanya usai sidang, kuasa PT Nike Indonesia  Hilman Sembiring tidak mau berkomentar. Begitu juga dengan kuasa Menteri Pendidikan Nasional yang langsung bergegas meninggalkan ruang sidang.

Gugatan ini dilayangkan oleh pengacara David L Tobing pada Selasa 15 Desember 2010 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Menurut David, pemasangan logo Garuda di kaus Timnas itu telah bertentangan dengan Pasal 57 Huruf d UU Nomor 24 Tahun 2009 Undang-Undang tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Untuk itu David Tobing meminta agar kaos timnas tidak lagi memasang logo Garuda di dada.  Gugatan itu dilayangkan kepada Presiden, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Pemuda dan Olahraga, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia dan PT Nike Indonesia selaku produsen.

Aduh klo kaya gini, nggak ada lagi nynyian
"GARUDA DI DADAKU, GARUDA KEBANGGAANKU...."
"KU YAKIN HARI INI PASTI MENANG..."
tapi..............
"PSSI DI DADAKU, PSSI KEBANGGAANKU........"
"KU YAKIN HARI INI PASTI MENANG."

HEHEHE...............

Kamis, 27 Januari 2011

Okto Bimbang, Pilih Timnas Atau Sriwijaya?

"Asal BTN bertanggung jawab, saya siap (keluar)."


Oktovianus Maniani (VIVAnews/ Muhamad Solihin)

VIVAnews - Pertikaian antara kubu Sriwijaya FC dan tim nasional Indonesia U-23 membuat bingung Oktovianus Maniani. Okto berharap kedua kubu segera menemukan solusi.
Okto diperebutkan antara Sriwijaya FC dengan pelatih Alfred Riedl. Pemain berusia 20 tahun itu pun bimbang menentukan pilihan.
"Memang harus ada yang mau bertanggung jawab," kata Okto singkat seusai latihan pagi timnas U-23 di Senayan, Jakarta.

Okto sendiri telah mengikuti latihan timnas U-23 sejak Senin, 24 Januari 2011. Artinya, ia sudah empat hari mengikuti latihan bersama timnas U-23 hingga hari ini.

Kisruh itu muncul saat pelatih Sriwijaya, Ivan Kolev meminta Riedl agar Okto dikembalikan ke klubnya. Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh pelatih asal Austria tersebut.

"Mulai sekarang tidak ada lagi pemain yang bisa kembali ke klubnya selama kami masih membutuhkannya," tegas Riedl.

Okto sendiri saat ini tidak bisa menentukan sikap apakah memilih di timnas atau Sriwijaya. Sebab, belum ada yang mau bertanggung jawab mengenai gajinya.

"Saya tidak bisa melepas begitu saja, karena Sriwijaya adalah klub besar. Kalau BTN (Badan Tim Nasional) mau bertanggung jawab, saya siap (keluar). Karena, saya dapat gaji dari mana?" tanya Okto.

Penegasan Okto itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, ia sempat diancam akan didepak jika tak kembali ke Sriwijaya.

Riedl dalam kesempatan yang berbeda mengakui Okto memang mendapatkan tekanan dari klub. "Saya tidak tahu mengapa terus menekan Okto, dan bahkan mengancam jika Okto tidak bermain akan dikeluarkan," ungkap Riedl.

Pada 24 Oktober 2010 sudah ada persetujuan antara Okto, kubu Sriwijaya, PT Liga Indonesia dan PSSI di Hotel Sultan, Jakarta. Namun, tarik menarik ini kembali muncul. (one)

Pengganti Mbah Maridjan Sedang Diseleksi

Ada syarat untuk jadi juru kunci Merapi. Bisa bicara dengan alam dan kuat agamanya.

Mbah Maridjan sehari sebelum wafat (Antara/ Regina Safri)

Adik Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gusti Bandoro Pangeran Haryo (GBPH) Joyokusumo mewakili Keraton datang ke Kinahrejo, Kampung Mbah Maridjan, hari ini, Selasa 18 Januari 2010.

Tak sekedar berkunjung. Didampingi Bupati Sleman, Sri Purnomo, Gusti Bandoro memantau kondisi gunung Merapi  jelang acara upacara adat Labuhan Gunung Merapi.
Upacara Labuhan  Merapi merupakan rangkaian upacara yang dilaksanakan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dalam rangka peringatan jumenengan Ndalem (naik takhta) Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diselenggarakan setiap tanggal 30 bulan Rejeb penanggalan Jawa.
 
"Labuhan akan dilaksanakan bulan Rejeb atau sekitar bulan Juni-Juli depan yang bertempat disini (Kinahrejo lereng Gunung Merapi)", kata Gusti Bandoro di Kinahrejo.

Sejumlah persiapan harus segera dilakukan. Saat ini, lanjutnya, balai Labuhan rusak dan perlu dibenahi, jalan perlu ditata lagi.

Upacara labuhan itu biasanya dipimpin oleh juru kunci Merapi. Sepeninggal Mbah Maridjan, belum ada sosok yang ditunjuk menggantikan sang kuncen. Lalu siapa yang akan memimpin upacara itu.
"Sebelum bulan Rejeb, insya Allah sudah ada pengganti Mbah Maridjan sebagai juru kunci, tandasnya," kata Gusti Bandoro Joyokusumo.

Siapa pengganti Mbah Maridjan? Kata Joyokusumo, sudah ada beberapa calon, para abdi dalem yang ada di lereng Merapi. " Calon tidak harus keluarga Mbah Maridjan. Semua abdi dalem kan masih ada. Jadi perlu kita seleksi juga mana yang memungkinkan," tambah dia.

Ditambahkan pangeran Yogya itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi calon juru kunci. "Harus bisa berdialog dengan alam, selain punya kekuatan agama. Harus beragama Islam," kata dia.

Jika sampai saat labuhan belum ada juru kunci yang terpilih, maka
yang tertua yang akan mengkoordinir upacara nanti.

Mbah Maridjan mengakhiri tugasnya sebagai juru kunci pada 26 Oktober 2010. Pengabdiannya berakhir ketika awan panas 'wedhus gembel' meluluhlantakkan kampungnya. Hingga akhir hayatnya,  Mas Penewu Suraksohargo tak pernah meninggalkan Merapi.

Sabtu, 22 Januari 2011

Motivasi Suporter Perempuan

Kehadiran suporter olahraga merupakan dampak atas munculnya suatu klub olahraga. Kehadiran suporter dalam pertandingan olahraga dapat memberikan motivasi moral kepada pemain yang berlaga di lapangan pertandingan. Dalam industri olahraga, kehadiran suporter berarti potensi pasar yang mampu mendatangkan penghasilan bagi klub yang bersangkutan.

Sing-along. In english atau pakai bahasa Indonesia pokoknya ikut nyanyi. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Sing-along. In english atau pakai bahasa Indonesia pokoknya ikut nyanyi. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Menurut Hansen dan Gauthier dalam Neale dan Funk (2005), memahami perilaku dan motivasi suporter untuk meningkatkan kehadiran suporter dalam pertandingan adalah kunci sukses bagi klub olahraga profesional. Salah satu olahraga yang dikenal memiliki suporter fanatik adalah sepak bola. Sebagai olahraga yang paling digemari di dunia, kehadiran suporter merupakan faktor pendukung penting terhadap hidupnya kompetisi sepak bola.
Dalam kurun waktu 17 tahun penyelenggaraan kompetisi profesional Liga Indonesia, kehadiran suporter menjadi bagian penting dalam perkembangan kompetisi. Kehadiran suporter di pertandingan Liga Indonesia merupakan potensi pasar yang harus diperhatikan oleh pelaku industri sepak bola di Indonesia. Selain berperan sebagai pemberi motivasi bagi para pemain, suporter juga berperan sebagai penyandang dana bagi klub sepak bola. Pengelolaan suporter yang baik dapat meningkatkan pendapatan dan kinerja keuangan klub sepak bola.
Aremanita. Perempuan sudah tak lagi asing dengan sepakbola. (Foto: Ongisnade)
Aremanita. Perempuan sudah tak lagi asing dengan sepakbola. (Foto: Ongisnade)
Kehadiran suporter di pertandingan Liga Indonesia tidak hanya berdampak langsung bagi keuangan klub, tetapi juga perekonomian masyarakat sekitar. Misalnya, industri garmen dan aksesoris klub, penjual makanan dan minuman di sekitar stadion, dan industri periklanan. Bahkan kehadiran suporter di pertandingan memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara yang diperoleh dari pajak tontonan, retribusi parkir kendaraan, dan pajak penghasilan dari gaji pemain.
Saat ini, sepak bola tidak lagi menjadi olahraga yang didominasi oleh kaum laki-laki. Hadirnya cabang olahraga sepak bola perempuan membuktikan bahwa perempuan mampu melakukan olahraga sepak bola yang dikenal keras dan membutuhkan kondisi fisik yang sempurna.
Stadion pun bisa jadi tempat nge-date yang asyik. (Foto: Ongisnade)
Stadion pun bisa jadi tempat nge-date yang asyik. (Foto: Ongisnade)
Lebih dari itu, kehadiran perempuan dalam olahraga sepak bola tidak hanya terbatas pada permainan di lapangan, tetapi juga di bidang lain yang berkaitan dengan sepak bola. Berbagai aspek yang berhubungan dengan olahraga paling terkenal di dunia ini telah dikerjakan dan dilakukan oleh kaum perempuan. Mulai dari tingkat tertinggi sebagai manajer klub hingga ke tingkat terbawah sebagai suporter klub.
Sejak beberapa terakhir perkembagan Liga Indonesia, khususnya LSI, terjadi sebuah fenomena yang menarik. Dalam setiap pertandingan semakin sering ditemui kehadiran suporter perempuan dan jumlahnya semakin meningkat dari waktu ke waktu. Tidak hanya di Indonesia, fenomena semacam ini juga dirasakan di seluruh dunia.
Hiburan Keluarga. Faktor keamanan terjamin, semua jadi enjoy. (Foto: Ongisnade)
Hiburan Keluarga. Faktor keamanan terjamin, semua jadi enjoy. (Foto: Ongisnade)
Beberapa kalangan berpendapat bahwa kehadiran suporter perempuan di pertandingan Liga Indonesia disebabkan oleh beberapa hal antara lain: kondisi keamanan yang semakin baik, mengikuti hobi dari pasangan, mengikuti keinginan anak, hobi terhadap sepak bola, ingin tampil di masyarakat, mengidolakan klub atau salah satu pemainnya, menyukai keramaian, dan sebagai wujud tanggung jawab memberi dukungan untuk klub daerah tertentu.
Berdasarkan penelitian yang saya lakukan pada suporter perempuan LSI 2010-2011 di Jawa Timur pada bulan September – November, diketahui bahwa motivasi suporter perempuan dalam menghadiri pertandingan dipengaruhi oleh empat faktor yaitu: Interaksi Sosial, Hiburan, Fanatisme, dan Keamanan.
Pertama adalah interaksi sosial, dapat disimpulkan bahwa suporter perempuan hadir di pertandingan LSI sebagai wujud interaksi sosial mereka dengan lingkungan. Mereka hadir dalam pertandingan LSI bersama suami, pacar, kakak, adik, anak, dan teman. Selain itu, mereka hadir dalam pertandingan karena ingin bertemu dengan suporter lain dan merasakan interaksi sosial dalam keramaian stadion.
Segar. Bukan hanya pertandingan yang seru, perempuan juga memberi 'warna' di tribun. (Foto: Ongisnade)
Segar. Bukan hanya pertandingan yang seru, perempuan juga memberi 'warna' di tribun. (Foto: Ongisnade)
Kedua, hiburan dapat diartikan bahwa kehadiran suporter perempuan dalam pertandingan karena mereka ingin mencari hiburan dan mereka menganggap bahwa pertandingan LSI bukan hanya hiburan khusus kaum pria. Ketiga, fanatisme dapat disimpulkan bahwa mereka hadir dalam pertandingan LSI karena memiliki rasa fanatisme terhadap klub yang bertanding maupun salah seorang pemain yang bertanding.
Selanjutnya adalah faktor keamanan, berarti suporter perempuan menganggap penyelenggaraan pertandingan LSI (khususnya di Jatim) sudah dikategorikan aman dan mereka yakin dengan kinerja aparat keamanan yang bertugas.
Implikasi manajerial dari hasil penelitian ini adalah: pertama, BLI dan Panpel harus mengupayakan kondisi pertandingan LSI agar kondusif sebagai suatu tempat yang nyaman bagi suporter untuk berinteraksi sosial. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengurangi rasisme dalam stadion, fasilitas stadion yang nyaman bagi setiap suporter, dan jadwal pertandingan yang mengakomodir kegiatan suporter.
Jupe-Gaston. Selebrita pun menikmati suasana pertandingan. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Jupe-Gaston. Selebrita pun menikmati suasana pertandingan.
Kedua, pertandingan LSI harus dikemas menjadi suatu acara hiburan olahraga yang menarik. Beberapa faktor hiburan dalam pertandingan LSI antara lain: penampilan tim yang baik, atraksi suporter yang simpatik, tersedianya bangku penonton yang layak, fasilitas parkir yang aman, toilet yang bersih, dan tersedianya counter makanan dan minuman yang layak.
Saat ini masih sedikit stadion maupn panpel yang mampu menyediakan fasilitas penunjang tersebut. Ketiga, untuk menumbuhkan rasa fanatisme, klub harus menunjukkan prestasi yang baik kepada suporter. Selain itu, klub perlu merekrut pemain handal yang dapat dijadikan idola bagi suporter, terutama suporter perempuan.
Ibu Negara. Ani Yudhoyono saat berada di tribun. (Foto: Ongisnade)
Ibu Negara. Ani Yudhoyono saat berada di tribun. (Foto: Ongisnade)
Terakhir, panitia pelaksana pertandingan harus menjamin tersedianya aparat keamanan yang profesional dalam mengamankan pertandingan, bukan malah ikut menyaksikan pertandingan. Kemudian, keamanan berupa fisik bangunan stadion juga harus diperhatikan. Usia bangunan, jalur evakuasi, pagar keamanan, hingga keamanan jalan akses menuju stadion.
Saat ini, faktor fanatisme telah terbukti pada suporter perempuan Timnas Indonesia dalam Piala AFF 2010. Prestasi tim yang moncer dan kehadiran pemain idola seperti Irfan Bachdim, Christian Gonzales, Firman Utina, dan Oktovianus Maniani dapat meningkatkan kehadiran suporter dalam pertandingan sepak bola. Selanjutnya, kompetisi reguler LSI juga harus mulai berbenah menuju industrialisasi sepak bola yang lebih baik. Jika tidak, kompetisi tandingan telah siap menantang.
Untuk panpel Arema dan seluruh Aremania, hendaknya tetap menjaga agar faktor-faktor tersebut dapat dijaga dengan baik agar kehadiran suporter, terutama suporter perempuan, tetap tinggi. Jadikan pertandingan home Arema sebagai suatu event yang mampu menumbuhkan rasa kebersamaan antar suporter dan sesama Aremania/Aremanita.
Football For Fun. Suasana pertandingan memang seharusnya menyenangkan. (Foto Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Football For Fun. Suasana pertandingan memang seharusnya menyenangkan. (Foto Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Hilangkan rasisme, caci maki, permusuhan, dan kata-kata kotor dalam pertandingan. Jadikan pertandingan atraksi suporter sebagai hiburan yang menarik dan unik sebagai cirri khas Aremania. Dengan dukungan yang positif, maka prestasi klub akan meningkat. Kemudian semua pihak baik panpel maupun Aremania menjaga keamanan dalam setiap pertandingan. Jangan lagi ada tawuran, utamakan keselamatan bersama dalam berkendara, dan tertib dalam stadion.
Semua itu adalah tanggung jawab seluruh pihak, termasuk pelatih, pemain, panpel, dan suporter. Karena semakin banyak suporter yang hadir di stadion, semakin banyak pula pendapatan yang diperoleh oleh klub. Semakin banyak pendapatan klub semakin mandiri. Arema!!! Semakin jaya Arema!!!

Jumat, 21 Januari 2011

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More