Featured Video

welcome

BOLA

bola gandrungan dari srtiap laki-laki bahkan perempuan, maka jika kau laki-laki kau harus suka bola agar COOL, tapi jika kau perempuan agar SO SWEET.

suporter

suporter nerupakan jiwa tambahan bagi srtiap mpemain yang berlaga di medan laga. siapkah kamu menjadi suporter yang FAIR PLAY.

nba

tidak di pungkiri lagi, NBA memang porosnya basket dunia.

timnas indonesia, garuda di dadaku

garuda..di dadaku... garuda kebanggaanku.. ku yakin hari ini pasti menang... itulah suara-suara yang terdengar, jika kau GARUDA sejati.

lifestyle

lifestyle atau sering disebut dengan gaya hidup merupakan sesuatu hal yang diperlukan sesorang untuk menjalani hidupnya.

Tampilkan postingan dengan label INTERNATIONAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INTERNATIONAL. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2011

Peneliti Temukan Lobster Berjenggot

Ukurannya dua kali lebih besar dari lobster air tawar biasa.

Lobster air tawar berjenggot (http://www.news.illinois.edu)
 
Belakangan, spesies baru ini diberi nama Barbicambarus sim Belum lama ini, dua peneliti menemukan lobster air tawar berukuran raksasa yang memiliki jenggot.
Lobster air tawar atau crayfish itu ditemukan di bawah salah satu batuan terbesar di bagian terdalam sebuah sungai yang terletak di negara bagian Tenessee dan Alabama Amerika Serikat.
Dari ukurannya yang setidaknya lebih dari dua kali lipat ukuran lobster air tawar biasa, spesies ini merupakan kerabat terdekat dari spesies yang pernah ditemukan pada 1884, di sekitar 130 mil dari Kentucky.
Seperti dikutip dari situs University of Illinois at Urbana-Champaign, situs air tawar ini termasuk dalam genus Barbicambarus yang sangat besar. Namun, uniknya, binatang ini memiliki banyak sekali bulu di sungutnya alias 'berjenggot'.
Bulu-bulu yang disebut setae ini, memiliki fungsi untuk memperkuat kemampuan sensoriknya. "Ini bukanlah lobster air tawar biasa. Bila Anda seorang peneliti, ukurannya yang besar dan setae pada antenanya membuatnya menjadi benar-benar berbeda," ujar Chris Taylor, salah seorang penemu lobster ini.

Chris Taylor, peneliti dari University of Illionois, menemukan spesies lobster air tawar ini bersama Profesor Guenter Schuster, peneliti dari Eastern Kentucky University.  
Dari penelitian laboratorium, lobster air tawar ini memiliki karakter fisik dan DNA y
monsi.
Secara keseluruhan, ada 600 spesies crayfish di seluruh dunia. Lebih dari separuhnya berada di sebelah utara Meksiko. Sementara di AS, Alabama dan Tenessee merupakan hostpot dari berbagai ragam crayfish.

Teleskop Hubble Temukan Galaksi Tertua

Berdasarkan kalkulasi, diperkirakan galaksi ini lahir 480 juta tahun setelah Big Bang.


UDFj-39546824, galaksi tertua yang lahir 480 juta tahun setelah Big Bang. (n24.de)
 
Teleskop ruang angkasa Hubble telah mendeteksi sebuah galaksi baru. Galaksi ini merupakan galaksi tertua yang pernah terdeteksi. Ukurannya yang kecil juga berpotensi menyimpan petunjuk bagaimana bintang terbentuk saat alam semesta masih berusia muda.

Setitik cahaya kecil dari galaksi itu yang berhasil ditangkap oleh telescop Hubble yang mengorbit di Bumi membutuhkan 13,2 ribu juta tahun untuk mencapai Bumi. Artinya, galaksi tersebut hadir sekitar 480 juta tahun setelah Big Bang terjadi.

Meski terdapat kemungkinan bahwa masih ada galaksi lain yang lebih tua dibanding galaksi yang baru ditemukan ini, akan tetapi, menurut para astronom, ia hanya bisa dideteksi oleh sensor generasi mendatang yang akan hadir di teleskop penerus Hubble.

“Kita sudah semakin dekat untuk mendapati galaksi pertama yang diperkirakan terbentuk 200 sampai 300 juta tahun setelah Big Bang,” kata Garth Illingworth, profesor astronomi dan astrofisika dari University of California, Amerika Serikat.

Galaksi ini, kata Illingworth, seperti dikutip dari Cosmosmagazine, 27 Januari 2010, berusia jauh lebih tua dibanding galaksi yang sudah ditemukan sebelumnya.

“Kami menghabiskan waktu uji coba selama berbulan-bulan untuk memastikan. Kini kami cukup yakin bahwa inilah galaksi tertua yang pernah ditemukan,” kata Illingworth. “Jika dibandingkan dengan galaksi Bima Sakti kita, ukuran galaksi ini 100 kali lebih kecil,” ucapnya.

Sama seperti pesatnya jumlah bintang yang ditemukan, demikian pula dengan jumlah galaksi. Fakta ini mendukung teori bahwa terbentuknya galaksi ditempa oleh daya tarik gravitasi oleh apa yang disebut dengan dark matter.
Sebagai informasi, astronom mengukur usia bintang menggunakan apa yang disebut dengan redshift. Semakin jauh sinar tersebut berjalan, semakin panjang dan semakin merah menjadi panjang gelombangnya.

Angka redshift yang tinggi mengindikasikan bahwa objek yang memancarkan sinar tersebut berusia tua karena cahaya yang dipancarkan telah menempuh miliaran tahun cahaya untuk tiba di bumi, setelah melewati alam semesta yang terus meluas.

Adapun galaksi yang baru ditemukan itu, yakni UDFj-39546824, ditemukan di sebuah sektor langit berukuran seujung jari yang disebut Hubble Ultra-Deep Field. Ia ditemukan saat Hubble melakukan pemindaian selama 87 jam pada tahun 2009 dan 2010 lalu.

Setelah ditemukan, astronom kemudian menghitung redshift yang ada dan nilainya mencapai 10,3. Galaksi tertua yang ditemukan Oktober lalu oleh sekelompok astronom internasional hanya memiliki nilai redshift sebesar 8,6.

Temuan galaksi baru ini dimungkinkan oleh Wide Field Camera 3 yang dipasang di Hubble Space Telescope oleh astronot NASA pada Mei lalu. Kamera baru itu mendongkrak kemampuan Hubble setidaknya 30 persen dibanding sebelumnya.

Akan tetapi, kemampuan menangkap redshift hingga 10,3 tampaknya merupakan batas maksimal. Untuk menangkap redshift lebih dari itu, astronom tampaknya membutuhkan James Webb Space Telescop yang baru akan diluncurkan NASA pada 2014 mendatang.(umi)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More